MPLS Hari Kedua, Siswa Baru SD Negeri 1 Silea Jalani Cek Kesehatan
Berita
15 Jul 2026 207 kali dilihat

MPLS Hari Kedua, Siswa Baru SD Negeri 1 Silea Jalani Cek Kesehatan

Hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 1 Silea diisi dengan rangkaian kegiatan yang lebih dekat ke tubuh anak-anak sendiri: jantung mereka diperiksa, tinggi dan berat badan diukur, lalu perut diisi dengan sarapan bergizi sebelum masuk ke pelajaran soal aturan sekolah.

Pagi itu dimulai dengan sesi yang disebut sekolah sebagai Salam Sapa Murid Baru. Di dalam kelas yang dindingnya penuh mural — ada Pojok Baca bertuliskan "Membaca Kunci Kesuksesan", pohon literasi berhias huruf dan angka, serta gambar bunga warna-warni di sekeliling jendela — anak-anak duduk berkelompok di atas tikar hijau dan orange. Sebagian mencoret-coret buku gambar dengan krayon, sebagian lain menunduk serius mengisi lembar kerja. Tas-tas ransel mereka berjejer begitu saja di lantai, beberapa masih tersampir di bahu.

Setelah suasana kelas mulai cair, giliran Pertemuan Pagi Ceria digelar. Anak-anak yang mengenakan topi kertas bermotif biru putih duduk berbaris di atas tikar, sementara yang lain menempati bangku kayu sambil menenteng kotak susu. Seorang staf berdiri di depan memegang mikrofon, memandu jalannya acara di hadapan barisan bangku dan meja yang berjejer rapi.

Dari pertemuan pagi itu, siswa kemudian dibawa satu per satu untuk menjalani cek denyut jantung serta pengukuran tinggi dan berat badan. Dalam salah satu sesi, seorang anak perempuan berdiri tegak di atas alat ukur sambil seorang guru mencatat hasilnya, dibantu dua staf lain.

Selesai diperiksa, anak-anak diarahkan menyantap sarapan bersama dalam sesi Makan Sehat dan Bergizi. Di meja-meja kelas, kotak susu sudah tersedia untuk diminum bersama sebelum kegiatan berikutnya dimulai. Sesi ini sekaligus jadi jeda santai di tengah padatnya rangkaian MPLS hari kedua.

Bersamaan dengan itu, sekolah juga memperkenalkan program Sekolahku ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) lewat suasana kelas itu sendiri. Dinding yang dicat biru muda dengan lukisan gunung, awan, dan bunga bukan sekadar hiasan; guru menjelaskan bahwa lingkungan yang tertata rapi adalah bagian dari kebiasaan yang ingin ditanamkan sejak hari pertama anak mengenal sekolahnya.

Selain lingkungan fisik, anak-anak juga diajak mengenal Pengenalan Aturan Sekolah dan Aturan Berpakaian. Aturan semacam ini disampaikan langsung di sela-sela kegiatan, bukan lewat ceramah panjang, supaya lebih mudah diingat anak-anak yang baru sepekan mengenal lingkungan barunya.

Menjelang siang, giliran Giat Bersih bertajuk "Operasi Semut" dilaksanakan. Nama itu merujuk pada cara kerja anak-anak yang membersihkan area kelas dan halaman sekolah secara bersama-sama, layaknya semut yang bergerak serentak dalam kelompok kecil. Kegiatan ini jadi penutup fisik dari rangkaian hari itu, sebelum semua siswa kembali berkumpul untuk sesi terakhir.

Hari kedua MPLS resmi ditutup dengan doa bersama. Anak-anak yang tadinya berpencar di atas tikar dan bangku kembali duduk berkumpul, sebelum akhirnya dibubarkan untuk kembali ke rumah masing-masing.

Bagi banyak dari mereka, hari itu mungkin akan diingat bukan karena pelajaran di buku, tapi karena giliran berdiri di alat ukur tinggi badan, atau kotak susu yang diminum bersama teman sebangku yang baru sehari dikenal.

Bagikan berita ini:

Facebook WhatsApp